SKU Penegak Bantara (1.3) : Mampu menjelaskan makna berpuasa serta macam-macam Puasa


Puasa merupakan rukun islam yang ke-empat, dimana seorang anggota pramuka yang baik seharusnya memahami dan melakasanakan ibadah puasa sesuai dengan yang di syariatkan dalam islam, sebagaimana terdapat pada Syarat Kecakapan Umum Penegak Bantara point 1 dengan sub point ke-3 Mampu menjelaskan makna puasa dan macam-macam puasa.


PENCAPAIAN PENGISIAN SKU :
  • Dapat menjelaskan hikmah puasa
  • Dapat menjelaskan jenis-jenis puasa (puasa wajib dan puasa sunah) 
  • Dapat menjelaskan syarat wajib puasa 
  • Dapat menjelaskan syarat sah puasa
  • Dapat menjelaskan rukun puasa 

PEMBAHASAN MATERI :

Puasa berasal dari bahasa arab yaitu shaum, yang artinya menahan. Sementara menurut istilah yang telah masyhur puasa adalah kegiatan menahan lapar dan dahaga dari pagi hingga terbenamnya matahari, serta menahan dari berbagai hal yang membatalkan puasa dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya.

Hukum puasa itu sendiri ada empat bagian, yaitu, wajib, sunnah, haram, dan makruh
Pertama, puasa wajib. Ini meliputi puasa Ramadhan, puasa kafarat (denda atau tebusan), dan puasa nazar. Dalam mazhab Imam Syafii, yang tergolong puasa wajib juga adalah puasa qadha, puasa pada haji dan umrah (sebagai ganti penyembelihan dalam fidyah), serta puasa terkaitan shalat minta hujan (istisqa') ketika sudah ada perintah dari pemimpin.
Yang dimaksud dengan puasa kafarat adalah puasa yang dilakukan seseorang karena sebab-sebab tertentu. Misalnya, ia telah bersetubuh pada siang hari bulan Ramadhan, maka ia wajib berpuasa kafarat. Adapun puasa nazar adalah puasa yang diwajibkan atas seseorang karena suatu nazar.
Kedua, puasa haram. Puasa bisa menjadi haram hukumnya jika dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Puasa pada Hari Tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, juga hukumnya haram.
Bahkan, puasa sunah seorang istri yang dilakukan tanpa seizin suaminya pun hukumnya haram. Puasa yang dilakukan seorang perempuan dalam keadaan haid dan nifas juga haram.
Ketiga, puasa sunah. Ada banyak contohnya. Misalnya, puasa Senin-Kamis, puasa Nabi Daud AS (sehari berpuasa, besoknya tidak), dan lain sebagainya.
Keempat, puasa makruh. Puasa jenis ini terbagi menjadi tiga macam. Pertama, puasa hari Jumat, kecuali beberapa hari sebelumnya telah puasa. Kedua, puasa wisal, yakni puasa yang dilakukan secara bersambung tanpa makan dan minum pada malam harinya. Ketiga, puasa dahri atau puasa yang dilakukan secara terus-menerus.

Hikmah Puasa :
Banyak juga hikmah yang bisa kita dapatkan ketika berpuasa, bukan hanya untuk keimanan diri kita, tapi juga untuk kesehatan tubuh kita. Berikut ini adalah beberapa hikmah puasa yang bisa kita dapatkan.
  1. Melatih kesabaran. 

    Ibadah puasa yang dilaksanakan dengan menahan diri dari segala macam hal yang bisa membatalkan dari terbit fajar hingga matahari terbenam sesungguhnya tanpa kita sadari adalah latihan kesabaran. Hanya orang orang sabar yang bisa melaksanakan puasa.
  2. Melatih disiplin diri. Hikmah ibadah puasa lainnya adalah melatih disiplin. Ini terlihat dari saat kita bangun dini hari untuk melaksanakan sahur. Ini adalah salah satu latihan kedisiplinan untuk manusia.
  3. Melatih pengendalian diri. Saat melaksanakan ibadah puasa, kita diajarkan untuk menahan amarah.Dan amarah adalah bagian dari hawa nafsu yang sulit dikendalikan, dengan berpuasa akan memberi kita banyak pelajaran untuk mengendalikan diri.
  4. Melatih empati. Hikmah berpuasa lainnya adalah agar kita rendah hati dan bisa berempati pada sesame utamanya bagi mereka yang kurang beruntung. Kita merasakan haus dan lapar saat berpuasa dengan harapan agar kita memahami kesulitan yang dialami manusia lain yang tidak beruntung.
  5. Menyehatkan badan. Puasa bukan sekedar ibadah melaparkan diri. Dari segi kesehatan pun puasa diketahui memiliki manfaat besar karena selama kita berhenti makan dan minum maka organ tubuh kita memasuki fase istirahat untuk pemulihan kondisi tubuh. Tidak heran jika banyak ahli medis yang menyarankan puasa bagi pasien untuk mendapatkan kesembuhan.

Jenis-jenis Puasa :

a. Puasa Wajib :
  1. Puasa Ramdhan,
  2. Puasa kafarat (denda atau tebusan),
  3. Puasa nazar,
  4. Puasa qadha, puasa pada haji dan umrah (sebagai ganti penyembelihan dalam fidyah),
  5. Puasa terkaitan shalat minta hujan (istisqa') ketika sudah ada perintah dari pemimpin.

b. Puasa Sunnah :
  1. Puasa Nabi Daud,
  2. Puasa 6 (enam) hari dibulan Syawal,
  3. Puasa Dihari-hari likur pertama dari bulan Dzulhijjah,
  4. Puasa Arafah,
  5. Puasa Asyura,
  6. Puasa Sya’ban,
  7. Puasa 3 (tiga) hari (setiap bulan yaitu tanggal 13,14, dan tanggal 15 bulan (Qomariah) kecuali bulan Dzulhijjah,
  8. Puasa Senin Kamis. 

Syarat dan Rukun Puasa :

Syarat Sah Puasa:

  1. Beragama Islam

  2. Berakal sehat

  3. Suci dari haid dan nifas

  4. Mengerti kebolehan berpuasa di hari itu

Syarat Wajib Puasa:

  1. Beragama Islam 

  2. Mukallaf (cakap secara hukum)

  3. Mampu melakukan puasa (istitha’ah)

  4. Sehat

  5. Tidak dalam keadaan musafir (di perjalanan, red)

Rukun Puasa:

  1. Niat

  2. Meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa

Posting Komentar

0 Komentar